BAZNAS Kabupaten Dompu

BAZNAS Dompu Terima Kunjungan Dinas Sosial, Bahas Sinkronisasi Data dan Kolaborasi Kesejahteraan Sosial

17/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Dompu

Dompu, 17 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Dompu menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Dinas Sosial Kabupaten Dompu.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua BAZNAS Kabupaten Dompu dan membahas peluang sinergi serta kolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Rombongan Dinas Sosial Kabupaten Dompu dipimpin Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dede Maulana, bersama sejumlah staf. 

Rombongan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Dompu Suharto Baco, SH bersama Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Zakat Suherman.

Dalam pertemuan tersebut, Dede Maulana menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara Dinas Sosial dengan BAZNAS, khususnya dalam menangani berbagai persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat.

Menurutnya, salah satu langkah awal yang penting dilakukan adalah sinkronisasi data antara Dinas Sosial dan BAZNAS. Dengan adanya data yang terintegrasi dan saling mendukung, program bantuan sosial diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah, tidak tumpang tindih, serta tepat sasaran.

“Ke depan kami ingin membangun sinergi dan kolaborasi dengan BAZNAS, terutama berkaitan dengan kesejahteraan sosial. Salah satunya melalui sinkronisasi data, sehingga program yang dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran,” ujar Dede.

Ia juga menyampaikan sejumlah persoalan sosial yang masih membutuhkan perhatian dan penanganan bersama, di antaranya masyarakat dengan gangguan jiwa (ODGJ), korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta kebutuhan bantuan usaha bagi mantan warga binaan pemasyarakatan agar dapat kembali produktif dan mandiri di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Dompu Suharto Baco, SH menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif Dinas Sosial untuk membangun koordinasi dengan BAZNAS.

Suharto menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pendistribusian bantuan, khususnya bantuan sosial, BAZNAS pada prinsipnya menerima pengajuan dari masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, BAZNAS tidak selalu memiliki informasi awal mengenai status dan kondisi sosial setiap calon penerima bantuan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah.

“Dalam posisi pendistribusian bantuan sosial, BAZNAS itu bersifat pasif, menunggu masyarakat yang datang mengajukan proposal. Sehingga, apakah mereka secara faktual masuk dalam desil atau kategori data yang dimiliki Dinas Sosial, itu kami belum memahami sepenuhnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap proposal yang masuk ke BAZNAS tidak serta-merta langsung diberikan bantuan. Setiap pengajuan terlebih dahulu melalui proses verifikasi untuk memastikan calon penerima memenuhi ketentuan dan termasuk dalam kelompok penerima zakat atau delapan asnaf sebagaimana ketentuan syariat Islam.

“Tidak semua proposal yang masuk kemudian kami tindak lanjuti dengan bantuan. Kami verifikasi terlebih dahulu apakah yang bersangkutan masuk dalam delapan asnaf atau tidak,” tambah Suharto.

Lebih lanjut, Suharto menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang mengelola dana umat berupa zakat, infak, dan sedekah dengan berpedoman pada ketentuan syariat Islam, regulasi yang berlaku, serta dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Dompu Suherman menjelaskan bahwa potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Dompu masih belum optimal. 

Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan BAZNAS dalam menjangkau dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Potensi zakat, infak dan sedekah di Kabupaten Dompu sebenarnya cukup besar, tetapi yang terkumpul saat ini masih relatif rendah. Karena itu, kemampuan kita untuk membantu masyarakat juga belum bisa optimal,” jelas Suherman.

Ia menerangkan bahwa dana ZIS yang berhasil dihimpun BAZNAS selanjutnya disalurkan kepada penerima yang berhak sesuai dengan ketentuan delapan asnaf, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas program secara proporsional.

Dalam kesempatan tersebut, Suherman juga memaparkan sejumlah program BAZNAS Kabupaten Dompu yang telah dan sedang direalisasikan, baik di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Suherman menyambut baik ajakan Dinas Sosial untuk memperkuat kolaborasi, khususnya dalam hal sinkronisasi data penerima manfaat.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dan Dinas Sosial akan memberikan manfaat strategis dalam memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

KABUPATEN DOMPU

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12